MAKALAH Atap Baja Ringan

July 5, 2019 | Author: Catur Ayu Wahyuningrum | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

MPK...

Description

MAKALAH ATAP BAJA RINGAN

Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Metode Pelaksanaan Konstruksi

Disusun oleh: Catur Ayu Wahyuningrum 21010112140262 Kode doswal : 2215

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO 2014

Pendahuluan Dalam suatu bangunan, atap berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang berada di bawahnya. Atap berfungsi untuk melindungi diri dari pengaruh hujan, panas, angin, debu dan lain sebagainya. Karena atap merupakan “mahkota” bangunan, maka pemilihan atap haruslah sesuai dengan bangunan di bawahnya, iklim setempat, biaya dan bahan yang tersedia. Rangka atap biasanya terbuat dari kayu, namun seiring perkembangan zaman, bahan rangka kayu mulai ditinggalkan dan mulai beralih ke rangka atap baja ringan. Langkah mengganti konstruksi atap kayu dengan material baja ringan adalah langkah yang tepat. Alasannya penggantian kayu dengan material alternatif seperti baja ringan adalah cara penyelamatan hutan dan pencegahan bencana alam. Karakteristik Baja Ringan Sebagai salah satu bahan konstruksi, baja memiliki beberapa karakteristik diantaranya adalah sebagai berikut. 1.

Bobot baja ringan per m2 sekitar 12 kg. Bila dibandingkan dengan rangka kayu sangatlah berbeda jauh. Berat rangka kayu sekitar 40 kg/m 2.

2.

Baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memilliki sifat ringan dan tipis namun memiliki fungsi setara dengan baja konvensional.

3.

Baja ringan merupakan jenis baja yang dibentuk setelah dingin ( coldform steel ).

4.

Memiliki kuat tarik yang sangat tinggi yaitu sekitar 550 MPa sedangkan baja konvesional hanya memiliki kuat tarik sebesar 300 MPa.

5.

Ketebalan baja ringan yang beredar dipasaran berkisar dari 0,4-1,0 mm.

6.

Baja ringan berbahan baku zincalume dan galvalume yang memiliki daya tahan lebih unggul dibandingkan dengan material kayu.

7.

Kecepatan perakitan rangka atap baja ringan sendiri mencapai 20-30 m 2/hari. Dengan demikian tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit sehingga mampu menekan biaya konstruksi.

8.

Biaya per m2  untuk baja ringan yang saat ini berada dipasaran yaitu berkisar antara 110-180 ribu rupiah.

Perbandingan Atap Baja Ringan dengan Kayu Perbedaan yang paling mencolok antara rangka atap kayu dan baja ringan terletak pada perhitungan kebutuhan. Pemasangan kuda-kuda rangka baja ringan cenderung lebih rapat.semakin besar beban yang harus dipikul, maka jarak antar kuda-kuda semakin pendek. Misalnya untuk genteng dengan bobot 40 kg/m 2  jarak kuda-kuda ata baja ringan bisa dibuat setiap 1,4 m. Sementara bila bobot genteng yang digunakan mencapai 75kg/m 2, maka jarak kuda-kuda atap baj ringan menjadi 1,2 m.

Kelebihan Atap Baja Ringan Baja ringan memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah: 1.

Karena bobot rangka atap yang ringan menurut konstruksi sipil maka dibandingkan dengan kayu, beban yang ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah sehingga lebih irit strukturnya.

2.

Baja ringan bersifat tidak membesarkan api (non-combustible).

3.

Baja ringan tidak dapat dimakan oleh rayap.

4.

Pemasangan rangka atap baja relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan rangka atap kayu.

5.

Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai dan susut, jadi tidak akan terjadi perubahan karena panas ataupun dingin.

Kekurangan Atap Baja Ringan Selain memiliki kelebihan, rangka atap baja ringan juga memiliki beberapa kelemahan antara lain adalah sebagai berikut. 1.

Kerangka atap baja ringan tidak dapat diekspos seperti rangka kayu. Sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon.

2.

Karena strukturnya yang seperti jaring, maka apabilan ada salah satu bagian rangka atap baja ringan salah pemasangan atau perakitannya maka akan menyeret bagian lain. Maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan, maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan (colapse).

3.

Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil dengan mudah.

Pemasangan Atap Baja Ringan Pemasangan kuda-kuda rangka baja ringan di atas struktur pendukungnya (kolom atau ringbalk ) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratan yang ada. Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantaranya adalah: 1.

Kuda-kuda baja ringan harus terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur pada kedua tumpuan.

2.

Semua kuda-kuda baja ringan tegak lurus terhadap ringbalk .

3.

Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda harus rata.

4.

Sisi miring atap rata dan tidak boleh bergelombang.

5.

Tidak ada kerusakan pada dinding pelindung.

6.

Tidak terjadi deformasi akibat kesalahan pekerjaan.

Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: dipasang langsung di atas ringbalk dan dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate. Penggunaan tumpuan dengan wall-plate sedapat

mungkin harus dihindari, karena tumpuan wall-plate hanya bertujuan meratakan ringbalk jika ringbalk tidak rata. Penggunaan wall-plate akan berakibat kedalaman angkur (dynabolt) yang ditanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil. Berikut ini adalah gambar 2 cara pemasangan rangka atap baja ringan.

Gambar tumpuan dengan wall-plate dan tumpuan langsung pada ring balk

Langkah-langkah Pemasangan Atap Baja Ringan Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti langkah kerja sebagai berikut:  A.

Langkah 1 : Persiapan Kerja 1. Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakan kuda-kuda, dan tidak diperkenankan menggnakan gambar draft sebagai panduan. 2. Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja. 3. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemsangan kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu dan sebagainya.

B.

Langakh 2 : Leveling dan Marking 1. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.

2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya. 3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana atap. 4. Mengukur jarak antar kuda-kuda. C. Langkah 3 : Pemasangan dan Pengangkatan Kuda-kuda 1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit. 2. Memastikan posisi kiri dan kana kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kudakuda, dengan mulut web disebut sisi kiri, sedangkan yang berasa di sebelah kanannya adalah sisi kanan. 3. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ring balok menggunakan benang dan lot (unting-unting). 4. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L, dengan menggunakan 4 buah srew 12-14 x 20 HEX. 5. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah. 6. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda sesuai dengan posisinya di dalam gambar kerja. 7. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2 m). 8. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda, dan memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar). 9. Memasang balok nok. 10.Memasang pengikat sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Pengikat dipasang di atas top-chord dan dibawah reng. 11.Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss, jurai dan rafter. 12.Memasang reng dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat dengan screw ukuran 10-16 x 16 sebanyak dua buah. 13.Memasnag gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu ringbalk. 14. Memasang ceilling battens dengan jarak masing-masing ceilling battens adalah 120 cm. Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok diberi

bantalan bracket yang diikat memakai dua buah dynabolt. Fungsi ceilling battens adalah memperkuat ikatan antar kuda-kuda. D. Langkah 4 : Pemasangan penutup atap 1. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dengan benar. 2. Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah ke atas. Pemsangan penutup atap harus lurus dan rapi agar polanya menjadi rapi dan tidak berbelok-belok.

Sumber: http://jayawan.com/cara-pasang-rangka-atap-baja-ringan/ diakses pada tanggal 2 April 2014 pukul 22.35 http://proyeksipil.blogspot.com/2012/12/teknis-kerja-pemasangan-baja-ringan.html diakses pada tanggal 2 April 2014 pukul 22.36 http://www.ilmusipil.com/metode-pemasangan-baja-ringan diakses pada tanggal 20 maret 2014 pukul 19.45

View more...

Comments

Copyright ©2017 itdaklak.info Inc.
SUPPORT itdaklak.info