Referat Mata

July 5, 2019 | Author: Rahma Indah | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

ilmu penyakit mata referat...

Description

REFERAT MATA

ULKUS KORNEA

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Persyaratan Mengikuti Ujian Program Pendidikan Profesi Kedokteran Bagian Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Di RSPAD Gatot Soebroto

PEMBIMBING: Dr. Nurbuanto, Sp. M

DISUSUN OLEH: Reni Lesmanasari Lesmanasari (110.2000.212) (110.2000.212)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA JAKARTA RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA, FEBRUARI 2009

1

LEMBAR PERSETUJUAN

Telah disetujui Referat ini dengan judul:

ULKUS KORNEA

Dalam rangka tugas pembuatan Referat Kepaniteraan Di bagian ilmu Penyakit Mata RSPAD Gatot Soebroto

Penyusun: Reni Lesmanasari

(110.2000.212)

Jakarta,

Februari 2009

Pembimbing

(dr. Nurbuanto, Sp.M)

2

KATA PENGANTAR 

Puji

syukur

kehadirat

Tuhan

kesehatan dan keselamatan.  pada

akhimya

kami

YME,

Dengan

yang

senantiasa

kesehatan

dan

menganugerahkan

keselamatan

itulah

mampu menyelesaikan referat yang berjudul Ulkus

Kornea, dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan llmu Penyakit Mata di RSPAD Gatot Soebroto. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah memberikan bantuan moral dan materi. Kepada dr. Nurbuanto, Sp.M, sebagai dosen pembimbing penyusunan referat kami yang telah memberikan bimbingan dan masukan berharga selama kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Mata, dan kepada semua pihak yang telah turut serta membantu kelancaran penyusunan referat ini. Harapan kami dalam penulisan referat ini adalah bertambahnya pengetahuan kami dalam bidang llmu Penyakit Mata dan dapat menjadi bekal dalam praktek klinik nanti. Dan semoga ini dapat bermanfaat pula bagi siapapun yang membacanya. Kami sadar sepenuhnya masih banyak kekurangan dalam penulisan referat ini. Sehingga saran dan kritikan sangat berarti demi perbaikan dalam penulisan  berikutnya.

Jakarta, Februari 2009

Penyusun

3

BAB I PENDAHULUAN

Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada lapisan kornea yang paling luar. Biasanya terbentuk akibat infeksi oleh bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas atau  pneumokokus), jamur, virus (misalnya herpes) atau protozoa akantamuba, kekurangan vitamin A atau protein dan mata kering (karena kelopak mata tidak menutup secara sempurna dan melembabkan kornea). Dikenal dua bentuk ulkus pada kornea yaitu sentral dan perifer.

4

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan .......................................................................................

i

Kata Pengantar ..............................................................................................

ii

Daftar Isi........................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................

1

BAB II II 1.

Anatomi ........................................................................................

2

II 2.

Definisi ........................................................................................

3

II 3.

Etiologi ........................................................................................

3

II 4.

Gejala Klinis ................................................................................

4

II 5.

Diagnosis .....................................................................................

5

II 6.

Pemeriksaan Penunjang ................................................................

5

II 7.

Penatalaksanaan ...........................................................................

7

II 8.

Diagnosa Banding .......................................................................

8

II 9.

Komplikasi ...................................................................................

II 10. Prognosis ...................................................................................... BAB III Kesimpulan BAB IV Daftar Pustaka

5

BAB II

II.1. ANATOMI

Rongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat tujuh tulang yang membentuk dinding orbita yaitu: lakrimal, etmoid, sphenoid, frontal, dan dasar orbita yang terutama terdiri atas tulang maksilla, bersama-sama tulang  palatinum dan zigomatikus. Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 milimeter. Bola mata bagian depan depan (kornea) memiliki kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda .1 Kornea (latin cornum=seperti tanduk) adalah selaput bening mata, bagian selaput mata yang tembus cahaya dan merupakan lapisan jaringan yang menutup  bola mata sebelah depan. Kornea ini disisipkan ke sklera di limbus, lekuk melingkar pada persambungan ini disebut sulkus skleralis. 5 Kornea memiliki diameter horizontal 11-12 mm dan berkurang menjadi 911 mm secara vertikal oleh adanya limbus. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0,54 mm di tengah, sekitar 0,65 mm di tepi. Kornea memiliki tiga fungsi utama yaitu :1,6 •

Sebagai media refraksi cahaya terutama antara udara dengan lapisan airmata prekornea.



Transmisi cahaya dengan minimal distorsi, penghamburan dan absorbsi.



Sebagai struktur penyokong dan proteksi bola mata tanpa mengganggu  penampilan optikal.

Dari anterior ke posterior, kornea mempunyai lima lapisan yang terdiri atas :1 1. Epitel o

Tebalnya 50 µm, terdiri atas lima lapis sel epitel yang tidak bertanduk yang saling tumpang tindih, satu lapis sel basal, sel poligonal, dan sel gepeng.

6

o

Pada sel basal sering terlihat mitosis sel, dan sel muda ini terdorong ke depan menjadi lapis sel sayap dan semakin maju ke depan menjadi sel gepeng. Sel basal berkaitan erat dengan sel basal di sampingnya dan sel polygonal di depannya melalui desmosom dan macula okluden; ikatan ini menghambat pengaliran air, elektrolit, dan glukosa yang merupakan barrier.

o

Sel basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. Bila terjadi gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren.

o

Epitel berasal dari ektoderm permukaan

2. Membrana Bowman o

Terletak di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari  bagian depan stroma

o

Lapisan ini tidak mempunyai daya regenerasi

3. Stroma O Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan lainnya, pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedang di bagian perifer serat kolagen ini bercabang; terbentuknya kembali serat kolagen memakan waktu lama yang kadang-kadang sampai 15  bulan. keratosit merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblast terletak di antara serat kolagen stroma. Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma. 4. Membrana Descemet o

Membran aselular;merupakan batas belakang stroma kornea dihasilkan sel endotel dan merupakan membran basalnya.

o

Bersifat sangat elastis dan berkembang terus seumur hidup, tebal 40

µm. 5. Endotel o

Berasal dari mesotelium, berlapis satu, bentuk heksagonal, tebal 20-40

µm.

Endotel

melekat

pada

hemidesmosom dan zonula okluden. 1

7

membran

descement

melalui

Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensorik terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf nasosiliar, saraf V saraf siliar longus yang berjalan suprakoroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membrana Bowman melepaskan selubung Schwannya. Seluruh lapis epitel dipersarafi sampai pada kedua lapis terdepan tanpa ada akhir saraf. Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan di daerah limbus. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3 bulan. Kornea bersifat avaskuler, mendapat nutrisi secara difus dari humor aquos dan dari tepi kapiler. Bagian sentral dari kornea menerima oksigen secara tidak langsung dari udara, melalui oksigen yang larut dalam l apisan air mata, sedangkan  bagian perifer, menerima oksigen secara difus dari pembuluh darah siliaris anterior. Trauma atau penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem  pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea. Endotel tidak mempunyai daya regenerasi. Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea, di mana 40 dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar masuk dilakukan oleh kornea. Transparansi kornea disebabkan oleh strukturnya yang seragam, avaskularitasnya, dan deturgensinya.1

II.2. Definisi

Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea.Terbentuknya ulkus pada kornea mungkin banyak ditentukan oleh adanya kolagenase yang dibentuk oleh sel epitel baru dan sel radang.5

8

II.3. ETIOPATOGENESIS

Dikenal dua bentuk ulkus pada kornea, yaitu sentral dan perifer. Ulkus kornea sentral dapat disebabkan oleh  Pesudomonas, Streptococcus, virus, jamur dan alergi.7

A.Ulkus kornea sentral akibat jamur

7

Pada saat sekarang dianggap sangat penting karena insidensnya yang meningkat. Tukak kornea akibat jamur berwarna abu - abu, kotor, berbentuk sirkuler, dengan permukaan yang kasar dan meluas secara perlahan - lahan disertai rasa sangat nyeri. Ulkus sedikit menonjol disertai gambaran sebaran infiltrat atau abses seperti satelit pada abses primer sehingga terdapat gambaran yang disebut sebagai fenomena satelit. Terlihat penebalan endotel kornea pada ulkus ini. Pemakaian steroid akan menambah kemungkinan berjangkitnya infeksi  jamur pada mata. B. Ulkus kornea karena bakteri

7

Ulkus kornea ini disebabkan oleh bakteri diantaranya : 1.Bakteri sterptokokok, diantaranya :Streptokokok pneumoni (pneumokokok) Streptokokok viridans (Streptokokok alfa hemolitik),Streptokokok piyogenens (Streptokokok betha hemolitik),Streptokokok faecalis (Streptokokok non hemolitik) 2.Bakteri Stafilokokus, infeksi oleh bakteri ini paling sering diakibatkan oleh stfilokokus jenis Stafilokokus aereus (paling berat),Stafilokokus epidermis Saprofilikus 3.Bakteri pseudomonas Ulkus kornea oleh bakteri ini ditemukan dalam jumlah yang sedikit. Bakteri ini dapat hidup dalam kosmetika, cairan flouresen dan cairan lensa kontak. 4.Bakteri Neisseria,mengakibatkan Ulkus kornea sesudah terdapat peradangan  pada konjungtiva bulbi.Ulkus berjalan sangat cepat pada bayi dan dapat menimbulkan perforasi kornea.

9

C. Ulkus kornea karena Virus

7

Virus herpes simpleks cukup sering dijumpai.Dengan gambaran bentuk dendrit dapat diikuti vesikel-vesikel kecil dilapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan ulkus. Ulkus juga dapat terjadi pada bentuk disiform bila mengalami nekrosis dibagian sentral. D.Ulkus kornea oleh jamur 7 Jamur penyebab ulkus kornea biasanya oleh karena Aspergillus, Candida,  Fusarium, PenicilUum yang berkaitan dengan trauma ( terutama yang melibatkan  batang pohon, atau sayuran Kerusakan pada epitelium biasanya disebabkan dari trauma (contohnya, penggunaan kontak lensa, benda asing, operasi kornea). Organisme dapat menembus kedalam membran descment yang intak dan mencapai bagian anterior atau segmen posterior. Mikotoksin dan enzim proteolitik menambah kerusakan jaringan yang ada.Pemakaian l ensa kontak, penggunaan steroid topikal, defek epitel yang tidak sembuh.Ulkus ini memiliki karakteristi k tertentu yaitu infiltrat satelit, dan plak endotel dimana Jamur dapat berpenetrasi hingga ke lapisan membran Descement. Ulkus kornea fungi yang pernah banyak dijumpai pada para pekerja, kini makin banyak dijumpai diantara penduduk  perkotaan dengan dipakainya obat kortikosteroid dalam pengobatan mata yaitu  jamur mencapai kedalam stroma kornea melalui kerusakan pada epithelium, kemudian memperbanyak diri dan menyebabkan nekrosis pada ja ringan dan menyebabkan reaksi inflamasi. Tabel 1.1 Gambaran banding tukak kornea Penyebab

Pseudomonas

Streptococus

Virus

Bentuk Tergaung Warna

Pneumonia Sentral + Kuning

Sentral Sentral + Hijau/kuning Abses

Hipopion Bentuk Sensibilitas Perforasi

+ Nanah N Mudah

+ Nanah N Mudah

+/Tenang » Jarang

10

Jamur

Alergi

Sentral Satelit infiltrat + Abses
View more...

Comments

Copyright ©2017 itdaklak.info Inc.
SUPPORT itdaklak.info