Renstra rsud cileungsi.pdf

March 8, 2019 | Author: Rudi Ilhamsyah | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download Renstra rsud cileungsi.pdf...

Description

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILEUNGSI

RENCANA STRATEGIS 2013 - 2018 KABUPATEN BOGOR

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD CILEUNGSI NOMOR

: 446/041/KPTS.DIR 446/041/KPTS.DIR/XII/2014 /XII/2014

TANGGAL : 24 DESEMBER 2014

RENCANA STRATEGIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILEUNGSI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2013-2018

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan unsur penyelenggara pemerintah daerah yang dalam upaya mencapai keberhasilanya perlu didukung dengan perencanaan yang baik sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui perencanaan strategis yang merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat untuk diimplementasikan

oleh

organisasi

dalam

rangka

pencapaian

tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Setiap SKPD wajib menyusun dokumen Rencana Strategis (Renstra) SKPD. Undang-Undang 25 Tahun 2004 menyatakan bahwa Renstra SKPD merupakan dokumen perencanaan SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategia, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berpedoman kepada RPJMD dan bersikap indikaif. Selanjutnya Renstra SKPD akan menjadi pedoman SKPD saat menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD yang merupakan dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun. Di dalam ketentuan lainnya yaitu Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dinyatakan bahwa perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis local, nasional dan global, dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan

Republik

Indonesia.

Dokumen

Rencana

Strategis

dimaksud setidaknya memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi (cara mencapai tujuan dan sasaran), serta memuat kebijakan, program dan kegiatan.

I-1

Rencana strategis RSUD Cileungsi yang selanjutnya disingkat dengan

Renstra

RSUD

adalah

dokumen

perencanaan

RSUD

Cileungsi untuk periode 5 (lima) tahun yaitu Tahun 2013-2018. Dalam perjalanan 5 (lima) tahun ke depan merupakan kontinuitas dari perjalanan saat ini seperti pada deskripsi. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas, maka RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor

perlu

menyusun

dan

menetapkan

Rencana

Strategis

(Renstra) RSUD Cileungsi Tahun 2013 - 2018 sebagai penjabaran dari RPJMD. Renstra RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor ini merupakan dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil  yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai dengan lima tahun yang akan datang, dan dirumuskan secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul dikemudian hari.

1.2. Dasar Hukum Penyusunan Dasar hukum yang dijadikan pedoman dan secara langsung terkait dengan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor Tahun 2013 - 2018 dapat dikelompoka dalam 3 (tiga) aspek sebagai berikut : 1.

Aspek Penganggaran : a) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor

47,

Tambahan

Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Nomor 4286). b) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan

Daerah

(Lembaran

Negara

Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); c) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 2.

Aspek Perencanaan a) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

I-2

b) Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8  Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Pembangunan

dan

Evaluasi

Daerah

Pelaksanaan

(Lembaran

Negara

Rencana Republik

Indonesia Tahun 2010 Nomor 517); c) Peraturan Pemerintah no 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan d) Peraturan Pemerintah no 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional; e) Peraturan Pemerintah no 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara, Tahapan, pengendalian dan evaliasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 3.

Aspek Desentralisasi dan Pemerintah Daerah a) Undang

-

undang

Pemerintahan

Nomor

Daerah

32

Tahun

(Lembaran

2004

Negara

tentang Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali,

terakhir

dengan

Undang-

undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang b) Undang

-

undang

Nomor

33

Tahun

2004

tentang

Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan

Daerah

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); c) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian

Urusan

Pemerintahan

antara

Pemerintah,

Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia  Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); d) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan e) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

I-3

1.3 Maksud dan Tujuan Renstra RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor tahun 2013 2018

dimaksudkan

sebagai

dokumen

perencanaan

jangka

menengah yang menjabarkan RPJMD sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan kepada RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 12  Tahun 2008 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah. Renstra RSUD Cileungsi dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan, baik bagi Pemerintah Daerah, masyarakat dan dunia usaha di dalam membangun kesepahaman, kesepakatan dan komitmen bersama guna mewujudkan cita - cita dan

tujuan

pembangunan

daerah

Kabupaten

Bogor

secara

berkesinambungan. Adapun

tujuan

penyusunan

Renstra

RSUD

Cileungsi

Kabupaten Bogor Tahun 2013 - 2018 adalah : 1. Menjadi pedoman dalam penyusunan anggaran, 2. Membangun

kesepahaman,

kesepakatan

dan

komitmen

pimpinan dalam meningkatkan kinerja, 3. Meningkatkan komunikasi dan interaksi antara pimpinan dan staf dalam melaksanakan program dan kegiatan secara lebih terarah, terukur, terpadu, efektif dan efisien, 4. Menjabarkan Visi, Misi dan Program RSUD Cileungsi.

1.4 Sistematika Penulisan Penyusunan Renstra RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor dilakukan oleh Tim Penyusun Renstra RSUD Cileungsi. Dalam proses penyusunan Renstra juga melibatkan seluruh bidang/ bagian dalam rapat - rapat internal serta melibatkan Stakeholders dalam rapat koordinasi. Keterlibatan beberapa pihak baik internal maupun eksternal ini terutama untuk memberikan masukan masukan dalam penyusun Renstra. Sistematika penulisan Renstra RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor tahun 2013 - 2018 sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Pada

bab

ini

menjelaskan

mengenai

latar

belakang,

landasan hukum, maksud dan tujuan dan sitematika penulisan.

I-4

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD Pada bab ini menjelaskan mengenai Struktur Organisasi,  Tugas Pokok dan Fungsi, Sumber Daya RSUD Cileungsi, Kinerja Pelayanan RSUD Cileungsi dan Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan RSUD Cileungsi.

BAB

III

ISU-ISU

STRATEGIS

BERDASARKAN

TUGAS

DAN

FUNGSI Pada

bab

ini

permasalahan Pelayanan

menjelaskan

berdasarkan

RSUD

mengenai

Tugas

Cileungsi,

Pokok

Telaahan

Identifikasi dan

Visi,

Fungsi

Misi

dan

Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih,  Telaahan Renstra K/L, Telaahan RTRW dan Penentuan Isu-isu Strategis.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN KEBIJAKAN Pada bab ini menjelaskan mengenai pernyataan Visi dan Misi, Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah serta Strategi dan

Kebijakan

RSUD

Cileungsi.

RSUD

Cileungsi

Kabupaten Bogor tahun 2013-2018.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Pada

bab

ini

menjelaskan

mengenai

program

dan

kegiatan lokalitas SKPD, program lintas SKPD dan program kewilayahan disertai indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif yang ada di RSUD Cileungsi untuk periode tahun 2013-2018.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD  yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

I-5

I-6

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1

Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Rumah sakit Umum Daerah Cileungsi adalah rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bogor yang mulai beroperasi tahun 2012 sebagai sebuah rumah sakit di wilayah Bogor Timur, dan pada tanggal 25 Mei 2012 operasional RSUD Cileungsi diresmikan oleh Gubernur  Jawa Barat. Setelah mengalami proses di Kementrian Kesehatan, dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no : HK.03.05/I/627/12 tanggal 16 April 2012 tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Umum Daerah Cileungsi Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat,

dilanjutkan

dengan

445/86/Kpts/Per-UU/2011

Keputusan

tanggal

Bupati

24Pebruari

2011

Bogor

No:

maka

sejak

tanggal 16 April 2012 RSUD Cileungsi resmi sebagai rumah sakit Type C dengan kapasitas tempat tidur berjumlah 50 TT. RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kesehatan khususnya di wilayah Bogor  Timur Sebagai Rumah Sakit Rujukan Tipe C. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor mempunyai fungsi, sebagai berikut : 1. penyelenggaraan kebijakan operasional pelayanan medik; 2. penyelenggaraan kebijakan operasional pelayanan penunjang medik dan non medik; 3. penyelenggaraan kebijakan operasional pelayanan dan asuhan keperawatan; 4. penyelenggaraan kebijakan operasional administrasi umum dan keuangan; 5. penyelenggaraan kebijakan operasional pelayanan rujukan; 6. penyelenggaraan kebijakan operasional pendidikan dan pelatihan;dan 7. penyelenggaraan kebijakan operasional penelitian dan pengembangan.

II-1

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 02  Tahun 2012 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah. RSUD Cileungsi merupakan Perangkat daerah sebagai unsur pelaksana Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah,

dipimpin oleh Direktur

 yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Adapun susunan organisasi RSUD Cileungsi terdiri dari : 1. Direktur, 2. Kepala Bagian Tata Usaha, membawahkan : a.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

b. Sub Bagian Keuangan; c.

Sub Bagian Program dan Pelaporan.

Bidang Pelayanan Medik membawahkan;

2.

a.

Kepala Seksi Pelayanan Medik dan

b. Kepala Seksi Penunjang Medik. 3.

Bidang Keperawatan membawahkan; a.

Kepala Seksi Etika Mutu Asuhan Keperawatan dan

b. Kepala Seksi Penunjang Keperawatan. 4.

Kelompok Jabatan Fungsional. Secara

lengkap

Struktur

Organisasi

RSUD

Cileungsi

Kabupaten Bogor, disajikan dalam Gambar DIREKTUR Kepala Bagian  Tata Usaha Klp. Jabatan Fungsional

Ka Sub Bagian

Ka Sub Bagian

Ka Sub Bagian

Umum dan

Keuangan

Rekam Medis dan

Kepegawaian

Kepala Bidang

Prolap

Kepala Bidang

Pelayanan

Perawatan

Kasi Etika

Kasi Penunjang Perawatan

Kasi Pelayanan

Kasi Penunjang

Mutu Asuhan

Medik

Medik

Keperawatan Instalasi Instalasi Instalasi

II-2

Adapun tugas pokok dan fungsi dari masing-masing Kepala Bagian Tata Usaha dan kepala bidang sebagai berikut : 1. Kepala Bagian Tata Usaha Kepala Bagian Tata Usaha secara umum mempunyai tugas membantu

Direktur

RSUD

Cileungsi

dalam

pengelolaan

ketatausahaan RSUD Cileungsi. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi : a. Pengordinasikan penyusunan program dan pelaporan RSUD Cileungsi; b. pengumpulan, pengolahan dan analisis data RSUD Cileungsi; c. pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian RSUD Cileungsi; d. pengelolaan administrasi keuangan RSUD Cileungsi; e. pengelolaan sistem informasi rumah sakit di RSUD Cileungi dan f. pelaksanaan

monitoring

dan

evaluasi

kinerja

RSUD

Cileungsi. a. Sub bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan perencanaan sistem rekam medis dan pelaporan kegiatan pelayanan di RSUD Cileungsi. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, sub bagian program dan pelaporan

mempunyai fungsi sebagai

berikut: a) Penyiapan

bahan

pengoordinasian

penyusunan

program RSUD Cileungsi; b) Pengumpulan, pengelolaan dan analisis data RSUD Cileungsi; c) Pembinaan hubungan masyarakat; d) Pelaksanaan pengelolaan sistem informasi RSUD Cileungsi dan; e) Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan kinerja RSUD Cileungsi.

II-3

b. Sub bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian RSUD Cileungsi. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai fungsi sebagai berikut : a) Pelaksanaan pengelolaan administrasi umum, urusan rumah

tangga,

surat

menyurat,

kearsipan

dan

perjalanan dinas; b) Pengadaan,

pemeliharaan

dan

inventarisasi

perlengkapan; c) Penyiapan materi hukum dan ketatalaksanaan dan d) Pengelolaan

administrasi

kepegawaian

RSUD

Cileungsi. c. Sub bagian Keuangan mempunyai tugas membantu Kepala Bagian Tata Usaha dalam

melaksanakan

administrasi

penyusunan

keuangan

RSUD

dan

pengelolaan

Cileungsi.

Untuk

menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, sub bagian Keuangan mempunyai fungsi sebagai berikut : a) Pengelolaan administrasi keuangan RSUD Cileungsi; b) Pengelolaan administrasi penyusunan anggaran RSUD Cileungsi dan c) Pengelolaan, pengendalian dan pertanggung jawaban administrasi keuangan RSUD Cileungsi. 2. Bidang Pelayanan Medik Bidang Pelayanan Medik mempunyai tugas membantu Direktur RSUD Cileungsi dalam melaksanakan perencanaan bidang

pelayanan

medik.

Untuk

menyelenggarakan

tugas

sebagaimana dimaksud, Bidang Pelayanan Medik mempunyai fungsi : a. Perumusan dan pengoordinasian kebijakan perencanaan bidang pelayanan medik rumah sakit, b. Pelaksana teknik pelayanan medik rumah sakit dan

II-4

c. Mengevaluasi

pelayanan

medik

rumah

sakit

dalam

melaksanakan tugasnya bidang pelayanan medik dibantu oleh seksi  –  seksi, yaitu : a. Kabid Pelayanan Medik Kabid Pelayanan dan Pengembangan Medik mempunyai tugas

membantu

Kepala

RSUD

Cileungsi

dalam

melaksanakan penyusunan petunjuk teknis pelayanan dan pengembangan medik serta pelaksanaan pengelolaan monitoring, evaluasi dan penyusunan pelaporan tugastugas pelayanan dan pengembangan medik. b. Kasie Penunjang Medik Kasie Penunjang Medik mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Medik dalam melaksanakan penyusunan petunjuk

teknis

pelaksanaan

pelayanan

pengelolaan

penunjang

monitoring,

medik

serta

evaluasi

dan

penyusunan pelaporan tugas-tugas pelayanan penunjang medik. 3. Bidang Keperawatan Bidang Keperawatan Rumah Sakit

mempunyai tugas

membantu Direktur RSUD Cileungsi dalam melaksanakan perencanaan bidang perawatan. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Perawatan mempunyai fungsi : a. Perumusan dan pengoordinasian kebijakan perencanaan bidang perawatan; b. Pelaksana model asuhan keperawatan rumah sakit. c. Mengevaluasi pelayanan perawatan medik rumah sakit dalam

melaksanakan

tugasnya

bidang

pelayanan

keperawatan dibantu oleh seksi  –  seksi yaitu; a. Kasie Asuhan Etika Mutu keperawatan Kasi Asuhan Etika Mutu keperawatan mempunyai tugas membantu

Kepala

melaksanakan

Bidang

perumusan

perawatan

kebijakan

dalam

perencanaan

di

bidang asuhan keperawatan serta kajian mutu pelayanan perawatan. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud,

Kasi

Asuhan

Etika

Mutu

keperawatan

mempunyai fungsi :

II-5

a) Penyusunan

petunjuk

tekhnik

pengkajian

asuhan

teknik

intervensi

asuhan

keperawatan b) Penyusunan

petunjuk

keperawatan; c) Penyusunan petunjuk evaluasi asuhan keperawatan d) Penyiapan bahan perumusan dan pengoordinasian perencanaan di bidang Keperawatan b. Kasie Penunjang Perawatan Kasie Penunjang Keperawatan mempunyai tugas membantu Kepala

Bidang

Keperawatan

dalam

melaksanakan

perumusan kebijakan perencanaan di bidang penunjang Keperawatan mempunyai fungsi : a) Penyusunan perencanaan logistik keperawatan, b) Penyiapan bahan perumusan dan pengoordinasian perencanaan di bidang penunjang keperawatan dan c) Mengevaluasi penggunaan logistik keperawatan.

2.2. Sumber Daya SKPD 1. Ketenagaan  Jumlah pegawai keseluruhan yang ada di RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor pertahun 2014 sebanyak 367 orang yang terdiri dari PNS, CPNS, Tenaga honorer dan tenaga lainnya. Untuk selengkapnya dapat dilihat tabel berikut :

Jumlah Pegawai RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor Tahun 2014 NO

PEGAWAI

JUMLAH (ORANG)

%

1.

PNS

93

25

2.

CPNS

12

3

3.

PTT

48

13

161

43,8

3

0,8

4. 5.

KONTRAK/ HONORER SUKWAN

II-6

NO

6. 7.

JUMLAH

PEGAWAI

%

(ORANG)

PETUGAS KEAMANAN CLEANING SERVICE  JUMLAH

18

4,9

32

8,7

367

100

Sumber : Data Kepegawaian bulan Februari 2014

 Tabel diatas menunjukkan bahwa pegawai RSUD Cileungsi masih ada tenaga honorer (43,8%). Sehingga penulisan tentang kondisi pegawai dibawah ini difokuskan hanya pada PNS dan CPNS, sebanyak 105 orang. a.  Jumlah Pegawai yang menduduki Jabatan dan Staf Sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 02 tahun 2012 tentang Pembentukan Lemtekda Kabupaten Bogor, maka pengisian formasi jabatan struktural di RSUD Cileungsi terdiri dari eselon III dan IV yaitu sebanyak 11 orang PNS. Sedangkan jabatan fungsional yang ada yaitu fungsional Medis, Paramedis Perawatan dan Paramedis non perawatan berjumlah

73

orang.

Selengkapnya

dapat

dilihat

tabel

dibawah ini.

Jumlah Pegawai RSUD Cileungsi yang Menduduki Jabatan dan Staf, Tahun 2014 N0

Jabatan/Staf

Jumlah

%

(orang) 1.

a. Eselon III a

1

b. Eselon III b

3

3.8

2.

Eselon IV a

7

6.6

3.

Fungsional

73

82.3

4.

Staf

8

8.6

92

100

 Jumlah Sumber : Data Kepegawaian Februari 2014

II-7

b. Jumlah Pegawai berdasarkan Golongan/ Pangkat Dari 105 jumlah Pegawai PNS yang ada di RSUD Cileungsi terdapat

49,5

%

pegawai

yang

berstatus

golongan

III

sedangkan golongan IV sebanyak 3,8 %. Selengkapnya dapat dilihat tabel berikut :

Jumlah Pegawai RSUD Cileungsi Berdasarkan Pangkat/Golongan Tahun 2013 N0

Golongan

Jumlah (orang )

%

1.

IV

4

3,8

2.

III

52

59,5

3.

II

49

46,6

4

I

0

0

105

100

 Jumlah

Sumber : Data Kepegawaian Februari 2014

c. Jumlah Pegawai berdasarkan Pendidikan Apabilan dilihat dari tingkat Pendidikan pegawai RSUD Cileungsi yang ada, status pendidikan S2 dan S1 yaitu sebesar 31%, Diploma-3 lebih mendominasi yaitu sebesar 54%, sedangkan yang paling rendah yaitu tingkat SMA, SLTP masing-masing sebesar 5% dan 2%. Selengkapnya dapat dilihat tabel dibawah ini.

Jumlah Pegawai RSUD Cileungsi Berdasarkan Pendidikan Tahun 2013. N0

Pendidikan

PNS

%

1.

Strata-2 ( S2 )

24

6,5

2.

Strata-1 ( S1 )

64

17,4

3.

Sarjana Muda/ D3

164

44,6

4

SLTA/SMK

94

25,6

5

SLTP

18

4,9

6

SD

3

0,8

367

100

 Jumlah

Sumber : Data Kepegawaian Februari 2014

II-8

 Tabel diatas menunjukkan bahwa tenaga di RSUD Cileungsi 44% tenaga dengan klasifikasi Diploma 3. Hal ini sebenarnya sudah merupakan hal yang baik bahwa sumber daya manusia yang ada di RSUD Cileungsi umumnya tingkat perguruan

tinggi,

sehingga

produk

perencanaan

pembangunan yang dihasilkan menjadi lebih baik.

2.3

Kinerja Pelayanan SKPD Dalam meningkatkan kualitas pelayanan selama kurun waktu

satu tahun terakhir, RSUD Cileungsi berusaha melakukan upaya inovatif serta langkah  –   langkah strategis guna memberikan pelayanan yang terbaik dan menjawab kebutuhan masyarakat Bogor Timur, terutama upaya peningkatan pelayanan masyarakat kurang mampu sebagai upaya mencapai tujuan pembangunan Kabupaten

Bogor.

Dalam

uraian

pencapaian

kinerja

RSUD

Cileungsi akan di jabarkan dalam tinjauan aspek yang merupakan indikator

pencapaian

target

keberhasilan

rumah

sakit

dalam

memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dari capaian kinerja, dengan 7 Indikator Kinerja Sasaran Utama RSUD

Cileungsi pada tahun 2013 dapat dijabarkan

sebagai berikut :

1. Cakupan BOR (Bed Occupation Rate ) Pencapaian BOR (Bed Occupation Rate ) tahun 2013 sebesar 38.90 % dari yang ditargetkan pada tahun 2013 sebesar 55,00%. Maka persentase capaian BOR sebesar 70.73

2. Ketersediaan tempat tidur kelas III Pada tahun 2013 target ketersediaan tempat tidur kelas III sebesar 60.00 % dari jumlah tempat tidur, dengan angka capaian 60.60%. Maka prosentase capaian tempat tidur kelas III sebesar 101.00%.

3. Cakupan

pelayanan

kesehatan

rujukan

pasien

masyarakat miskin Prosentase capaian kinerja pada indikator ini 100.00 % dari target 2013 sebesar 100.00%. Denag Persentase 100.00%

II-9

4. Peningkatan Jumlah Layanan Spesialis  Jumlah layanan spesialis yang ditargetkan pada tahun 2013 sebesar 16 jenis layanan. Realisasi jenis layanan ini pada tahun 2013 tercapai sebesar 14 jenis layanan. Dengan demikian angka capaian peningkatan layanan spesialis sebesar 87.50%.

5. Peningkatan Jumlah Instalasi  Jumlah instalasi yang ditargetkan operasional pada tahun 2013 sebesar 12 jenis. Realisasi jenis instalasi pada tahun 2013 sebesar 10, maka angka capaian peningkatan  jumlah instalasi sebesar 83.33%.

6. Rasio tenaga spesialis dasar pada setiap layanan medik fungsional Perbandingan tenaga dokter spesialis dasar setiap layanan medik fungsional sebesar 1;2.0, target 1;2.0 maka angka capiaan peningkatan jumlah rasio tenaga spesialis dasar pada setiap layanan medik fungsional 100,00

7. Rasio perawat per tempat tidur Perbandingan Rasio perawat per tempat tidur sebesar 1;1.15, target 1;1.06 maka angka capiaan peningkatan  jumlah rasio tenaga spesialis dasar pada setiap layanan medik fungsional 100,15.

II-10

Aktifitas Pelayanan a. Rawat Jalan

Grafik Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD Cileungsi Mei -Des 2012 sd 2013 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa realisasi kunjungan pasien rawat jalan mengalami kenaikan dari 12.123 pada tahun 2012 meningkat menjadi 28.171 pada tahun 2013.

b. Rawat Inap Berikut ini gambaran jumlah rawat inap di RSUD Cileungsi tahun 2013 yang cenderung bertambah sehingga mencapai angka 4377 pada tahun 2013

akan terlihat seperti pada

grafik berikut

Grafik Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Cileungsi Tahun 2012 sd 2013 5000 4000 3000 2000 1000 0 Mei sd des 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi

II-11

 Jumlah Tempat Tidur RSUD Cileungsi Tahun 2012-2013

Tempat Tidur 120 100 80 60 40 20 0 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi Penambahan jumlah tempat tidur seperti pada gambar di atas, juga tidak berakibat pada konstannya tingkat hunian (BOR). Jumlah tempat tidur pada tahun 2012 sebanyak 50  TT, Jumlah tempat tidur pada tahun 2013 sebanyak 95 TT. Penambahan jumlah tempat tidur di RSUD Cileungsi belum signifikan dengan peningkatan BOR, hal ini mengandung arti belum terdapat hubungan yang positif antara jumlah tempat tidur dengan tingkat hunian.

Grafik Tingkat Hunian Rumah sakit tahun 2012 sd 2013 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1

2

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi

II-12

c. IBS (Instalasi Bedah Sentral)

GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN IBS RSUD CILEUNGSI TAHUN 2012 - 2013 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0 Mei sd Des 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi Grafik di atas menunjukkan bahwa jumlah pasien yang melakukan operasi di Instalasi Bedah Sentral mengalami kenaikan. Pada tahun 2012 jumlah pasien bedah sentral adalah sebesar 659 dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 849.

d. Instalasi Laboratorium Klinik

Grafik Kunjungan pasien Laboratorium RSUD Cileungsi Tahun 2012 sd 2013 25000 20000 15000 10000 5000 0 Mei sd Des 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi Grafik di atas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan pasien ke Laboratorium Klinik mengalami kenaikan dari 3832 pada tahun 2012 menjadi 19414 pada tahun 2013.

II-13

e. Instalasi Radiologi

GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN IBS RSUD CILEUNGSI TAHUN 2012 - 2013 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 Mei sd Des 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi Grafik di atas menunjukkan bahwa jumlah kunjungan pasien ke instalasi radiologi terdapat kecendrungan naik, pada tahun 2012 sebesar 1297 menjadi 6620 pada tahun 2013.

f. Instalasi Gawat Darurat

Grafik Kunjungan pasien IGD RSUD Cileungsi Tahun 2012 sd 2013 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 Mei sd Des 2012

2013

Sumber : Data Program Pelaporan RSUD Cileungsi Berdasarkan grafik di atas tampak bahwa jumlah kunjungan IGD mengalami kenaikan dari 2.585 kunjungan pada tahun 2012 menjadi 10.335 pada tahun 2013.

II-14

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Rumah Sakit Umum Daerah Cileungsi termasuk rumah sakit  yang lama berdirinya, terdapat tantangan yang dihadapi semenjak berdiri Rumah Sakit ini dan peluang pengembangan, terdapat pada table 2.1 dan 2.2, berikut:

II-15

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Berikut Identifikasi permasalahan RSUD Cileungsi berdasarkan analisis SWOT 1. Strengths a.  Tersedianya fasilitas fisik (lahan dan bangunan); b.  Jumlah SDM sebanyak 308 yang terdiri dari tenaga medis, paramedis, tenaga kesehatan lainnya dan tenaga non kesehatan; c.  Tren kunjungan pasien meningkat d.  Tren pendapatan Rumah Sakit meningkat 2. Weaknesses a.

Masih rendahnya kualitas dan komitmen SDM dalam memenuhi kebutuhan minimal operasional RS kelas C sesuai standar yang ditetapkan.

b. Metode kerja belum didukung oleh SPO yang sesuai standar yang ditetapkan. c.

Masih kurangnya fasilitas peralatan medis,

peralatan

perawatan, dan peralatan pendukung pelayanan yang sesuai standar yang ditetapkan. d. Belum optimalnya Sistem Informasi Manajemen RS. 3. Opportunities a. Dukungan Pemerintah Kabupaten dalam proses menjadi BLUD RSUD Cileungsi sehingga RSUD Cileungsi menjadi unggulan pelayanan publik di bidang kesehatan. b. Adanya

keinginan

(needs )

dan

pemanfaatan

fasilitas

kesehatan (demand ) oleh masyarakat dan perusahaanperusahaan swasta disekitar RSUD Cileungsi. c. Berkembangnya wilayah Cileungsi menjadi pusat kegiatan ekonomi Kabupaten Bogor Timur. d. Adanya

jejaring

dengan

institusi

Pendidikan

untuk

peningkatan mutu dan jenis layanan.

III-1

4. Threats a.

Belum memadainya sarana fisik jalan dan lalu lintas, sehingga masyarakat dan SDM RS sendiri mengalami kesulitan akses menunju RSUD Cileungsi.

b. Kondisi krisis ekonomi dan moneter sulit diprediksi yang sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. c.

Berdirinya rumah sakit - rumah sakit swasta dengan fasilitas peralatan medik canggih dan lengkap dengan sarana pendukung.

d. Era Pasar Bebas Asean (AFTA), masuknya modal asing dan fasilitas kesehatan swasta luar negeri.

Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal STRENGTHS No 1

WEAKNESSES

Strengths Tren kunjungan pasien

No

Weaknesses

1

Masih rendahnya kualitas

meningkat

dan Komitmen SDM dalam memenuhi kebutuhan minimal operasional RS kelas C sesuai standar yang ditetapkan Faktor Eksternal

-

No

Opportunities

No

1

Adanya keinginan (needs )

1

Threats Belum memadainya

dan pemanfaatan fasilitas

sarana fisik jalan dan lalu

kesehatan (demand ) oleh

lintas, sehingga

masyarakat dan

masyarakat dan SDM RS

perusahaan-perusahaan

sendiri mengalami

swasta disekitar RSUD

kesulitan akses menunju

Cileungsi

RSUD Cileungsi

Faktor internal, TNB Strengths  dikurangi TNB Weakness 6,09  –  6,55 = - 0,45

-

Faktor eksternal, TNB Opportunities  dikurangi TNB Threats  7,47  –  5,43 = 2,05

III-2

Peta Posisi Kekuatan Organisasi  S treng ths  = 6,09 2

1.5

1

2,05

Threats

0.5 -3.5

-3

-2.5

-2

-1.5

-1

= 5,43

-0.5

-0,45

0.5

1

1.5

2

2.5

3

Opportunities

3.5

= 7,47

-0.5

-1

-1.5

-2

Weakness  = 6,55

STRATEGIC ALTERNATIVES FOR SPACE QUADRANT

Strenght Related Status Quo

Diversification Market

Unrelated

Development

Diversification Produc

Agresif

Concervative

Development

Harvesting

Vertical Integration Opportunity

Threats

Penetration Competitive

Defensive

( Posisi RSUD )

Enchacment

Divestiture

Produc Development

Liquidation

Market Development

Retrenchment Status Quo Weakness

III-3

3.2 Telaahan Visi, Misi Dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Visi merupakan pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana suatu organisasi harus dibawa berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif dan produktif. Visi dapat

membantu

organisasi

akan

organisasi dibawa

untuk

dan

mendefinisikan

membantu

kemana

mendefinisikan

bagaimana pelayanan harus dilaksanakan. Sedangkan menurut Undang-undang Perencanaan

Nomor

25

Pembangunan

Tahun

2004

Nasional

tentang

(SPPN),

Sistem

Visi

adalah

rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2009

sebagaimana telah dirubah dengan

Peraturan Daerah Nomor 16 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), bahwa Kabupaten Bogor adalah Dengan mempertimbangkan

Visi

arah dan

tahapan pembangunan jangka panjang daerah, hasil-hasil yang sudah dicapai pada tahap sebelumnya dan permasalahan yang dihadapi

serta

isu-isu

strategis

yang

berkembang

maka

pernyataan Visi Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2014-2018 adalah “Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia”. Makna pernyataan Visi Pemerintah Kabupaten Bogor di atas adalah : 

Kabupaten Bogor adalah batas adminsitrasi Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat yang di dalamnya berkumpul sejumlah manusia atau msyarakat dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.



Termaju adalah

bahwa Kabupaten Bogor telah mencapai atau

berada pada tingkat kemajuan yang lebih tinggi atau masyarakat telah menuju ke arah yang lebih baik maupun berkembang ke arah yang lebih baik. termaju juga berarti bahwa Kabupaten Bogor sebagai suatu wilayah terus melakukan pengembangan diri untuk menyesuaikan diri

terhadap perubahan yang terjadi di

dalam maupun di luar.

III-4



Indonesia adalah negara kesatuan yang berdaulat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) .

Kondisi termaju di Indonesia pencapaiannya dapat diukur dengan melihat beberapa indikator sebagai berikut : 1. Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM); 2. Indikator Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); 3. Indikator

Produk

Domestik

Regional

Bruto

(PDRB)

Harga

Berlaku; 4. Indikator Pendapatan Asli Daerah (PAD); 5. Indikator Kesalehan Sosial : Zakat, Infak dan Sodakoh (ZIS),

Keamanan dan Ketertiban. Misi Dalam rangka pencapaian visi tersebut di atas dengan tetap memperhatikan

kondisi

dan

permasalahan

yang

ada

serta

tantangan ke depan, dan memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 5 (lima) misi sebagai berikut: 1. Meningkatkan kesalehan sosial dan kesejahteraan masyarakat. 2. Meningkatkan

daya

saing

perekonomian

masyarakat

dan

pengembangan usaha berbasis sumberdaya alam dan pariwisata. 3. Meningkatkan integrasi, koneksitas dan kualitas infrastruktur wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. 4. Meningkatkan

aksesibilitas

dan

kualitas

penyelenggaraan

pendidikan dan pelayanan kesehatan. 5. Meningkatkan

kinerja

penyelenggaraan

pemerintahan

dan

kerjasama antar daerah dalam kerangka tata kelola pemerintahan  yang baik. Penjelasan Pemerintah

yang

terkandung

Kabupaten

di

Bogor

dalam

rumusan

tersebut

di

kelima atas

misi serta

keseselarasannya dengan rumusan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut: Misi Pertama, yaitu Meningkatkan kesalehan dan kesejahteraan sosial

masyarakat.

Misi

ini

merupakan

upaya

Pemerintah

Kabupaten Bogor untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial dan keagamaan dengan menjamin sepenuhnya hak-hak dasar masyarakat. Provinsi

Misi ini

Jawa

Barat,

terkait dengan Misi Kelima Pemerintah yaitu

Mengokohkan

Kehidupan

Sosial

III-5

Kemasyarakatan melalui Peningkatan Peran Pemuda, Olah Raga, Seni, Budaya dan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal. Misi

Kedua,  yaitu

Meningkatkan

daya

saing

perekonomian

masyarakat dan pengembangan usaha berbasis sumberdaya alam dan pariwisata. Misi ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat terutama kesejahteraan di bidang ekonomi yang dicapai melalui pertumbuhan ekonomi

yang

stabil

kemandirian

yang

memperhatikan

dan

berkelanjutan

berlandaskan

nilai-nilai

berwawasan lingkungan.

serta

persaingan

keadilan,

meningkatkan sehat

kepentingan

serta

sosial,

dan

Misi ini terkait dengan Misi Kedua

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Membangun Perekonomian  yang Kokoh dan Berkeadilan. Misi Ketiga, yaitu Meningkatkan integrasi, koneksitas dan kualitas infrastruktur wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Misi ini merupakan upaya Kabupaten Bogor dalam rangka

menyediakan

sarana

dan

prasarana,

pengelolaan

sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang mantap guna mendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat dan mendorong peningkatan

swadaya

masyarakat

dalam

memelihara

dan

membangun kualitas sarana dan prasarana publik. Misi ini terkait dengan Misi Keempat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dengan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan. Misi Keempat  yaitu Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan

pelayanan kesehatan.

Misi ini

merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun sumberdaya manusia yang sehat dan cerdas yang pada gilirannya akan menjadi manusia yang produktif, kompetitif, dan dilandasi akhlak mulia sebagai kunci dari keberhasilan pelaksanaan misi  yang lainnya. Misi ini terkait dengan Misi Pertama Pemerintah Provinsi

Jawa

Barat,

yaitu

Membangun

Masyarakat

yang

Berkualitas dan Berdaya Saing. Misi

Kelima, 

yaitu

Meningkatkan

kinerja

penyelenggaraan

pemerintahan dan kerjasama antar daerah dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang baik.

Misi ini merupakan upaya

III-6

Pemerintah Kabupaten Bogor dalam terus menjaga cita-cita dalam pelaksanaan

pemerintahan

dan

pembangunan

yang

mengedepankan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas, serta berorientasi pada penegakan supremasi hukum sebagai sarana untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Misi ini

terkait dengan Misi Ketiga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Meningkatkan Kinerja Pemerintahan melalui Profesionalisme Tata Kelola dan Perluasan Partisipasi Publik.

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra SKPD Provinsi Dalam

Renstra

RSUD

Cileungsi

Provinsi

Jawa

Barat

diuraikan bahwa dinamika lingkungan strategis, baik nasional maupun global, permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin kompleks. Arus besar globalisasi membawa keleluasaan informasi, fleksibilitas distribusi barang dan jasa yang berdampak pada munculnya isu-isu yang berdimensi lintas bidang. Dalam konteks ketatanegaraan, arus globalisasi juga mendorong akselerasi proses demokratisasi dan desentralisasi yang melahirkan situasi paradoksal, antara semakin membaiknya kebebasan sipil (civil liberty) dengan terbatasnya kapasitas kelembagaan politik dan kapasitas

tata

kelola

pemerintahan

(governance)

sehingga

akuntabilitas layanan publik belum sepenuhnya sesuai harapan. Percepatan arus informasi dan modal juga berdampak pada meningkatnya pemanfaatan berbagai sumber daya alam yang memunculkan isu perubahan iklim (climate change), ketegangan lintas-batas antarnegara, percepatan penyebaran wabah penyakit, dan terorisme, serta masalah tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Berbagai masalah tersebut juga mencerminkan rumitnya tantangan yang harus dihadapi bangsa dan negara Indonesia. Hal ini menuntut peningkatan peran dan kapasitas seluruh instansi pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan yang mempunyai tujuan terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasilguna dan berdaya-guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat Kesehatan

yang

setinggi-tingginya.

memiliki

sasaran

Untuk

strategis

itu,

dalam

Kementerian pembangunan

kesehatan tahun 2010-2014 sebagai berikut :

III-7

1. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat 2. Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular 3. Menurunnya disparitas status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender, dengan menurunnya disparitas separuh dari tahun 2009. 4. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama penduduk miskin. 5. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 persen menjadi 70 persen. 6.  Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis di Daerah  Tertinggal, terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). 7. Seluruh provinsi melaksanakan program pengendalian penyakit tidak menular. 8. Seluruh

Kabupaten/Kota

melaksanakan

Standar

Pelayanan

Minimal (SPM). Pembangunan di Jawa Barat pada tahap kedua RPJP Daerah atau RPJM Daerah tahun 2009-2013 menuntut perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan yang belum terselesaikan, namun juga untuk mengantisipasi perubahan yang muncul di masa yang akan datang. Posisi Jawa Barat yang strategis dan berdekatan dengan ibukota negara, mendorong Jawa Barat berperan sebagai agent of development (agen pembangunan) bagi pertumbuhan nasional. Berbagai

isu

global

dan

nasional

yang

perlu

dipertimbangkan dalam menyelesaikan isu yang bersifat lokal dan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Permasalahan yang dihadapi Jawa Barat antara lain kemiskinan, penataan ruang dan lingkungan hidup, pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, terbatasnya kesempatan kerja, mitigasi bencana serta kesenjangan sosial.

Dalam

mengatasi

permasalahan

tersebut

diperlukan

penguatan kepemimpinan yang didukung oleh rakyat dan aspek politis. Arah kebijakan pembangunan daerah ditujukan untuk pengentasan masyarakat,

kemiskinan revitalisasi

dan

peningkatan

pertanian

dan

kualitas

kelautan,

hidup

perluasan

III-8

kesempatan lapangan kerja, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur strategis, perdagangan, jasa dan industri pengolahan yang berdaya saing, rehabilitasi dan konservasi lingkungan serta penataan struktur

pemerintah

daerah

yang

menyiapkan

kemandirian

masyarakat Jawa Barat. Dalam pembagian wilayah kerja koordinasi Kabupaten Bogor masuk dalam wilayah 4 yaitu :

Wilayah Bogor, dengan lingkup

kerja Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kota Depok.  Dengan kategori permasalahan yang dihadapi sebagai berikut : a.

Rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah, seperti infrastruktur jalan dan jembatan, persampahan serta air bersih;

b.

Pemantapan kawasan lindung;

c.

Penataan daerah otonom sesuai dengan aspirasi dari bawah serta mengikuti mekanisme yang telah ditentukan;

d.

Belum optimalnya pelayanan pemerintah terhadap wilayah bagian selatan;

e.

Belum dimilikinya kelembagaan ekspor produk perikanan Jawa Barat;

f.

Perlunya

peningkatan

penanggulangan

dan

pemberantasan

penyakit menular; g.

Belum

adanya

kebijakan

yang

jelas

tentang

mitigasi

dan

penanggulangan bencana; h.

Perlunya pemekaran pemerintahan daerah yang sesuai dengan aspirasi

dari

bawah

serta

mengikuti

mekanisme

yang

telah

ditentukan; i.  j.

Belum optimalnya pengembangan agribisnis; Perlunya peningkatan sanitasi dasar dan kesehatan lingkungan.

Sejalan dengan kebijakan nasional dan provinsi tersebut, dalam RPJMD prioritas pembangunan Kabupaten Bogor diarahkan pada : 1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama pendidikan dan

kesehatan

maupun

aspek

lainnya

yang

mengutamakan

manusia dalam pembangunan.

III-9

2. Revitalisasi

pertanian

dan

pembangunan

perdesaan

melalui

pembangunan maupun pengembangan agribisnis, agro-industri serta koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah. 3. Peningkatan investasi dan penciptaan peluang kerja. 4. Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur serta pengelolaan lingkungan

hidup

secara

berkelanjutan

untuk

mendorong

percepatan pembangunan perekonomian daerah. 5. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan pemerintahan  yang bersih. 6. Peningkatan kesolehan sosial masyarakat dan/atau pembangunan sosial

keagamaan

untuk

mencapai

harkat

dan

martabat

kemanusiaan yang tinggi atau tingkat peradaban masyarakat yang tinggi.

3.3.1 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Peraturan Daerah Nomor 19 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor tahun 2005-2025, disebutkan

bahwa

tujuan

penataan

ruang

adalah

untuk

mewujudkan : (a) terselenggaranya pemanfaatan ruang wilayah  yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup  yang selektif, efektif dan efisien, melalui pemberian Building Coverage Ratio (BCR) yang rendah pada kawasan yang memiliki nilai

konservasi;(b)

meningkatkan

kualitas

lingkungan

pada

kawasan lindung sebagai kawasan konservasi air dan tanah, melalui program rehabilitasi lahan, dengan kegiatan vegetatif dan sipil teknis serta kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak dapat mengganggu

fungsi

kawasan;

(c)

tercapainya

pembangunan

infrastruktur yang dapat mendorong perkembangan wilayah dan perekonomian

masyarakat

khususnya

pada

daerah-daerah

tertinggal dan terisolasi guna menekan migrasi dari desa ke kota dengan pengembangan desa – desa potensial; (d) pembangunan dan pengembangan perkotaan berhirarkis yang dibentuk oleh sistem  jaringan antara kegiatan perdesaan dan perkotaan internal daerah dan eksternal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak,

III-10

dan Cianjur (Jabodetabekpunjur); dan (e) terwujudnya rencana tata ruang yang lebih rinci sebagai arahan pengendalian, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan sistem kotakota. Selanjutnya dalam RTRW juga telah ditetapkan kebijakan pengembangan struktur ruang; dan kebijakan pengembangan pola ruang.Kebijakan pengembangan struktur ruang meliputi : (a) peningkatan akses pelayanan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang merata dan berhirarki; dan; (b) peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi, telekomunikasi, energi, dan sumber daya air yang terpadu dan merata di seluruh wilayah Daerah. Lebih lanjut dikemukakan strategi untuk mewujudkan kebijakan penataan ruang wilayah meliputi : (a) strategi pengembangan struktur ruang wilayah; (b) strategi

pengembangan

kawasan

perdesaan

dan

kawasan

perkotaan; (c) strategi pengembangan sistem pusat permukiman perdesaan

dan

perkotaan;

(d)

strategi

pengembangan

sistem

prasarana wilayah; (e) strategi pengembangan pola ruang wilayah; (f) strategi penatagunaan tanah, penatagunaan air, penatagunaan udara, dan penatagunaan sumberdaya alam lainnya. Selanjutnya dijelaskan Rencana struktur ruang wilayah, meliputi : (a) sistem pusat

permukiman

perdesaan;

(b)

sistem

pusat

permukiman

perkotaan; dan (3) sistem prasarana wilayah. Rencana

Tata

Ruang

Wilayah

ini

diharapkan

menjadi

pedoman bagi semua pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor/bidang, serta mengakomodasikan pembagian peran dengan kabupaten/kota dan bersifat saling melengkapi serta selaras serta sebagai matra spasial bagi Rencana Pembangunan

Jangka

Menengah

Daerah

(RPJMD),

Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta rencana pembangunan lainnya.  Jika keseimbangan

ditelaah

rencananya,

maka

terlihat

adanya

rencana struktur ruang antar wilayah baik dalam

pengembangan sistem pusat permukiman perdesaan; sistem pusat permukiman perkotaan; dan sistem prasarana wilayah.

Namun

dalam implementasinya berbeda, sehingga masih terdapat berbagai

III-11

isu strategis yang perlu ditangani secara sistematis dalam kaitan dengan

penataan

ruang

ini.

Pertama

adalah

masih

terjadi

penyimpangan pemanfaatan ruang di kabupaten Bogor. Hal ini ditunjukkan oleh adanya ketimpangan pembangunan wilayah di Kabupaten Bogor antara Kabupaten Bogor Bagian Barat dengan bagian Kabupaten Bogor lainnya. utama oleh

RTRW harus dijadikan acuan

dalam menetapkan lokasi pembangunan sarana  – 

sarana kesehatan sehingga isu  – isu ketimpangan pembangunan wilayah yang terjadi dapat dikurangi secara bertahap. Sebagai respon atas berbagai isu  – isu yang berkembang maka

sebagai

kompetensi

implikasinya

SDM

tentang

maka

perlu

kesehatan

adanya

peningkatan

lingkungan.

Selanjutnya

perumusan rencana pembangunan kesehatan perlu melibatkan berbagai sektor, sehingga kuantitas dan kualitas koordinasi juga perlu ditingkatkan. Elemen penting lainnya dalam perencanaan berwawasan lingkungan adalah ketersediaan data dan informasi  yang lengkap dan akurat tentang kondisi sistem data dan informasi.

3.4 Penentuan Isu-Isu Strategis Isu strategis RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor, berdasarkan analisis internal dan eksternal adalah sebagai berikut : 1) Penetration  (Penentuan), strategi ini ditempuh dengan cara: Membangun kemitraan dengan pihak swasta dalam pelayanan kesehatan untuk karyawan perusahaan, peningkatan peran humas Rumah Sakit 2) Enchacment  (Peningkatan) yaitu proses perbaikan yang berdampak pada kemajuan RSUD Cileungsi yang dilakukan secara bertahap, strategi ditempuh dengan cara: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan, meningkatkan sarana dan prasaran 3) Market Developement  (pengembangan pasar) merupakan isu strategi pilihan yang harus dilakukan oleh RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor melalui penjualan produk lama di pasar baru. Strategi ini ditempuh dengan cara : Membuka pasar geografis baru, memikat segmen pasar lain

III-12

4) Product Developement  (Pengembangan Produk) merupakan isu strategi pilihan yang harus dilakukan oleh RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor melalui pengembangan produk baru untuk pasar lama. Strategi ini ditempuh dengan cara : Mengembangkan atribut produk baru, mengembangkan beragam tingkat mutu, mengembangkan modeling dan special services.

III-13

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1 Visi dan Misi SKPD Visi merupakan pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana suatu organisasi harus dibawa berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif dan produktif. Visi dapat

membantu

organisasi

untuk

mendefinisikan

kemana

organisasi akan dibawa dan membantu mendefinisikan bagaimana pelayanan harus dilaksanakan. Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 7 Tahun 2009, sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun 2013 - 2018, Visi Kabupaten Bogor adalah “KABUPATEN BOGOR MENJADI KABUPATEN TERMAJU DI INDONESIA“ Dalam rangka mendukung Visi Kabupaten Bogor tersebut dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta masukan-masukan dari stakeholders, maka RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor menetapkan Visi : “ TERWUJUDNYA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN YANG BERMUTU DAN TERJANGKAU ” Visi ini dimaksudkan : Pelayanan Kesehatan: adalah upaya, pekerjaan atau kegiatan kesehatan

yang ditujukan untuk mencapai derajat kesehatan

perorangan/ masyarakat yang optimal/ setinggi - tingginya Rujukan : adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas masalah kesehatan masyarakat dan kasus-kasus penyakit yang dilakukan secara timbal balik secara vertikal maupun horizontal meliputi sarana, rujukan teknologi, rujukan tenaga ahli, rujukan operasional,

rujukan

kasus,

rujukan

ilmu

pengetahuan

dan

rujukan bahan pemeriksaan laboratorium(permenkes 922/2008). Bermutu : Keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya

dapat

memuaskan

kebutuhan

baik

yang

dinyatakan secara tegas maupun tersamar.

IV-1

 Terjangkau : Adalah kemampuan terendah rata-rata yang dimiliki oleh masyarakat dalam tingkat ekonomi kehidupan sehari-hari. Berdasarkan Visi dan Misi Kabupaten Bogor Tahun 2013 - 2018 dan Visi RSUD Cileungsi, tugas pokok dan fungsi RSUD Cileungsi serta masukan - masukan dari pihak yang berkepentingan (stakeholders), maka ditetapkan Misi RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor sebagai berikut: Misi Pertama : ‟‟Mengoptimalkan layanan kesehatan sesuai standar RS‟‟ Misi ini mengandung makna untuk menunjang visi rumah sakit diperlukan sumber daya yang handal dan berkualitas maupun kuantitasnya agar pelayanan yang diberikan bisa sesuai dengan standar Rumah Sakit dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Misi Kedua : „‟Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM Rumah Sakit‟‟ Misi ini mengandung makna bahwa RSUD Cileungsi harus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme SDM agar bisa menjadi Rumah Sakit yang terbaik di Wilayah Bogor khususnya Bogor Timur. Misi Ketiga : „‟Meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pelayanan Rumah Sakit‟‟ Misi ini mengandung makna bahwa sarana dan prasarana Rumah Sakit sangat penting dalam hal ini maka dari itu sarana dan prasarana harus di tingkatkan agar pelayanan Rumah Sakit dapat meningkat dan berkembang kearah yang lebih baik Misi Keempat : „‟Menerapkan managemen yang terpercaya dan dapat di pertanggungjawabkan‟‟ Misi ini mengandung makna bahwa managemen yang baik akan berdampak positif dan akan memberikan dampak kepercayaan publik, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor.

IV-2

Motto C : Cermat I : Inovatif L : Luwes E : Efisien U : Unggul N : Nyaman G : Gemilang S : Senyum I : Ikhlas Nilai 1. Pasien adalah pelanggan yang utama 2. Budaya Organisasi yang baik (good corporate culture)

Tujuan  Tujuan RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut : 1.Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan yang bermutu dan terjangkau, 2.Memberikan

perlindungan

terhadap

keselamatan

pasien,

masyarakat, lingkungan dan sumber daya manusia rumah sakit, 3.Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit, 4.Memberikan kepastian hukum pada pasien, masyarakat, SDM rumah sakit dan rumah sakit, 5.Meningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit, dan 6.Meningkatkan manajemen pelayanan kesehatan yang akuntabel.

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD  Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun mendatang.  Tujuan Strategis ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis lingkungan strategis,

Sehingga

dapat

mengarahkan

perumusan

strategi,

kebijakan, program, dan kegiatan dalam rangka merealisasikan Misi dan Visi. Berdasarkan tujuan yang akan ditetapkan, maka

RSUD

Cileungsi Kabupaten Bogor akan dapat mengetahui hal-hal yang

IV-3

harus dicapai dalam kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu  yang akan dicapai atau dihasilkan oleh lembaga dalam jangka waktu tertentu. Sasaran adalah salah satu

dasar di dalam

penilaian dan pemantauan kinerja sehingga merupakan alat pemicu bagi organisasi terhadap sesuatu yang harus dicapai, sejalan dengan hal tersebut sasaran jangka menengah RSUD Cileungsi Kabupaten

Bogor

adalah

meningkatkan

akses

dan

kualitas

pelayanan. Perumusan tujuan dan sasaran RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor tahun 2013 - 2018 selanjutnya dijabarkan sesuai dengan Visi dan Misi yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Misi Pertama 

:

Mengoptimalkan

layanan

kesehatan sesuai standar RS Tujuan 1. Meningkatkan kualitas sumber daya rumah sakit 2. Meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit 3. Meningkatkan jenis pelayanan rumah sakit

Sasaran 1. Meningkatnya kualitas sumber daya Rumah Sakit 2. Meningkatnya kepuasan kualitas pelayanan Rumah Sakit 3. Meningkatnya jenis pelayanan Rumah Sakit Misi Kedua

:

Meningkatkan

Kompetensi

Profesionalisme SDM Tujuan 1. Meningkatkan kompetensi SDM 2. Meningkatkan profesionalisme pegawai Sasaran 1. Meningkatnya kompetensi SDM 2. Meningkatnya profesionalisme pegawai

IV-4

dan

Misi Ketiga

:

Meningkatkan prasarana

sarana

pendukung

dan

pelayanan

Rumah Sakit Tujuan 1. Meningkatkan jumlah dan jenis sarana prasarana Rumah Sakit Sasaran 1. Meningkatnya jumlah dan jenis sarana prasarana Rumah Sakit

Misi Keempat

:

Menerapkan

management

terpercaya

dan

yang dapat

dipertanggung jawabkan

Tujuan 1. Meningkatkan kepercayaan pelanggan internal dan eksternal Sasaran 1. Meningkatnya

kepuasan

kepercayaan

pelanggan

internal

dan

eksternal

Untuk mendukung pencapaian visi dan misi tersebut, RSUD Cileungsi sesuai tugasnya yaitu sebagai membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kesehatan, dan dalam melaksanakan tugas pokok tersebut RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor mempunyai fungsi, sebagai berikut : 1.

Perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan

2.

Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kesehatan

3.

Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesehatan; dan

4.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas fungsinya.

Ditinjau dari sisi tugas dalam bidang kesehatan, secara umum tugas RSUD Cileungsi terkait dengan pencapaian visi dan seluruh misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, namun secara khusus, tugas dan fungsi RSUD Cileungsi berkontribusi

IV-5

langsung

dalam

mendukung

pencapaian

misi

ke

5

yaitu

Meningkatkan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan.

4.3 Strategi Dan Kebijakan SKPD Menginterusi

segmen

layanan

menengah

atas,

indivual,

perusahaan / insurance company   yang terstandarisasi oleh instansi  yang lebih atas sambil mempertahankan customer loyality   dari layanan konvensional melalui pendekatan customer champion . Rumah

sakit

memberlakukan

kontra

prestasi

atas

kepercayaan yang dibangun oleh perusahaan bermitra dengan rumah sakit berupa service nota   perusahaan sebesar 5% sebagai dorongan untuk kepatuhan pelanggan /perusahaan. Rumah sakit menerapkan strategi periklanan yang bertumpu pada pemuasan kepuasan individu man to man marking agar tidak menjadi

kontra

produktif

sebagai

pemasar

tidak

langsung,

sedangkan pemasaran langsung dilakukan dalam Corporate Social Responsibility  (CSR). RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor menawarkan produk jasa pelayanan sebagai berikut:

1.Produk jasa pelayanan : a.

Rawat jalan dengan diversifikasi layanan biasa dan layanan eksekutif/ poliklinik sore,

b. Penambahan jumlah poliklinik baru, c.

Peningkatan pelayanan rawat inap,

d. Peingkatan pelayanan IGD, e.

Penambahan beberapa layanan penunjang medis dan non medis dan

f.

Pelayanan Hemodialisa.

2. Peningkatan SDM Dengan Melakukan Berbagai Diklat RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor memberikan keterampilan tenaga medis dan paramedic : a. Meningkatnya kualitas pelayanan 3. Menjadikan Rumah Sakit yang berperan sebagai sarana pendidikan

IV-6

RSUD

Cileungsi

pelayanan

Kabupaten

Bogor

selain

berperan

sebagai

kesehatan juga memberikan peran sebagai pendidikan

bagi perawat, bidan,dokter, dll. a. Bekerjasama dengan perguruan tinggi yang mendidik tenaga kesehatan 4. Bekerjasama dengan pihak ke 3 (Kerja Sama Operasional), dalam bidang pelayanan: a. Hemodialisa b. Laboratorium 5. Pengembangan cost center  menjadi revenue center. 6.

Pengembangan

kerja

sama

dengan

pihak

ketiga

dalam

hal

pemeriksaan kesehatan berkala bagi karyawan perusahaan, baik melalui asuransi maupun jaminan kesehatan dari perusahaan secara langsung. 7. Peningkatan penambahan

status

Rumah

Sakit

menjadi

tipe

B

melalui

fasilitas,sarana dan prasarana serta kemampuan

RSUD Cileungsi sesuai standart untuk Rumah Sakit Tipe B. 8. Penambahan bangunan poliklinik dan gedung rawat inap kelas III, dan penambahan ruang rawat inap VIP. 9. Peningkatan mutu pelayanan RSUD Cileungsi melalui Akreditasi Rumah sakit.

Berikut tersedia table 4.1 :

IV-7

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. Dalam Renstra RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor tahun 2013 2018, program dan kegiatan dikategorikan kedalam Program/Kegiatan lokalitas

SKPD,

Program/

Kegiatan

Lintas

SKPD

dan

Program/kegiatan Kewilayahan. Berikut disajikan Program dan Kegiatan RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor tahun2013-2018. Program/ kegiatan SKPD adalah sekumpulan rencana kerja suatu

SKPD.

Adapun

Rencana

program,

Kegiatan

yang

dilaksanakan oleh RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor tahun 2013 2018 dapat dilihat dalam tabel Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan tabel 5.1 berikut ;

V-1

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Pada era reformasi dan desentralisasi, keterbukaan publik terhadap pelayanan kesehatan merupakan suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh RSUD Cileungsi penyelenggara pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bogor, RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor harus berkontribusi secara langsung dalam rangka mendukung pencapaian tujuan dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

yang ditunjukan

dengan Indikator kinerja RSUD Cileungsi yang Mengacu pada Tujuan dan sasaran RPJMD seperti pada Tabel 6.1 sebagai berikut :

VI-1

View more...

Comments

Copyright ©2017 itdaklak.info Inc.
SUPPORT itdaklak.info